Selasa, 25 Juli 2017

TUGAS 1 MENDESKRIPSIKAN PENGERTIAN BUDAYA POLITIK

Tugas 1
Mendeskripsikan pengertian budaya politik
1.      Deskripsikan pengertian budaya politik
Pengertian budaya politik :
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.
2.      Identifikasi ciri-ciri budaya politik
Ciri-ciri budaya politik :
•     Terdapat pengaturan kekuasaan
•     Perilaku dari aparat-aparat negara
•     Proses pembuatan kebijakan pemerintah
•     Adanya kegiatan partai-partai politik
•     Adanya gejolak masyarkat terhadap kekuasaan yang memerintah
•     Mengenai pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
•     Adanya budaya politik mengenai masalah legitimasi.
3.      Identifikasi tentang macam-macam budaya politik
Macam-macam budaya politik :
a. Budaya Politik Parokial
Pengertian Budaya Politik - Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik.
Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial :
  • Apatis
  • Lingkupnya sempit dan kecil
  • Pengetahuan politik rendah
  • Masyarakatnya yang sederhana dan tradisional
  • Adanya ke tidak peduli dan juga menarik diri dari kehidupan politik
  • Anggota masyarakat condong tidak berminat terhadap objek politik yang luas
  • Tidak ada peranan politik bersifat khusus
  • Warga negara tidak sering berhadap dalam sistem politik
  • Kesadaran anggota masyarakat mengenai adanya pusat kewenangan dan kekuasaan dalam masyarakatnya rendah

b. Budaya Politik Kaula/Subjek
Pengertian Budaya Politik Kaula - Budaya politik kaula adalah budaya politik dengan masyarakat yang suda relatif maju baik sosial maupun ekonominya, namun masih relatif pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara pasif patuf pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan. Budaya politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat rendah.
Ciri-Ciri Budaya Politik Kaula/Subjek :
  • Masyarakat menyadari sepenuhnya otoritasi pemerintah
  • Sedikit warga memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, namun dapat menerima apa yang berasal dari pemerintah
  • Menerima putusan yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi, terlebih lagi ditentang.
  • Sikap warga sebagai aktor politik adalah pasif, artinya warga tidak dapat berbuat banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.
  • Warga menaruh keadaran, minat, dan perhatian pada sistem politik secara umum dan khusus terhadap objek output, sedangkan untuk kesadarannya terhadap input dan kesadarannya sebagai aktor politik masih rendah.

    c. Budaya Politik Partisipan
    Pengertian Budaya Politik Partisipan - Budaya politk partisipan adalah budaya politik yang ditandai
    adanya kesadaran politik yang sangat tinggi. Budaya politik partisipan dapat dikatakan suatu bentuk
    budaya yang anggota masyarakatnya condong diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai
    keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif. Budaya politik yang ditandai
    dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik.
    Umumnya masyarakat budaya politik partisipan sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem
    politik, tetap saja merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik. Begitu pun dengan
    budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima langsung keputusan politik, karena merasa
    sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik yang memiliki hak dan tanggung jawab.
    Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan :
  •     Warga menyadari hak dan tanggung jawabnya dan dapat mempergunakan hak serta menanggung kewajibannya
  •    Tidak begitu saja menerima keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik, baik secara keseluruhan, input, output, maupun posisi dirinya sendiri.
  •    Kehidupan politik sebagai sarana transaksi, misalnya penjual dan pembeli. Warga menerima menurut kesadarannya tetapi dapat menolak menurut penilainnya sendiri.
  •     Menyadari sebagai warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis.

4.      Analisis faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya
Penyebab berkembangnya budaya politik, antara lain :
a. Modernisasi
Modernisasi sejalan dengan perkembangan Industrialisasi perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa maka terjadilah perubahan nasib yang menuntut berperan dalam politik.

b. Perubahan Struktur Kelas Sosial
Perubahan struktur kelas sosial merupakan salah satu dampak modernisasi adalah timbulnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik.

c. Pengaruh Kaum Intelektual dan Komunikasi Massa Modern
Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern adalah kaum intelek (sarjana, pengarang, dan wartawan) melalui ide-idenya membangkitkan tuntutan akan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan politik.

d. Konflik Kelompok-Kelompok Pemimpin Politik
Konflik di antara kelompok-kelompok pemimpin politik. Dengan adanya persaingan politik untuk memperebutkan kekuasaan timbul gerakan rakyat untuk menuntut hak-hak rakyat dipenuhi.

e. Keterlibatan Pemerintah yang Meluas dalam Urusan Sosial, Ekonomi, dan Kebudayaan
Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa akibat tindakan-tindakan yang makin menyusup ke segala bidang kehidupan rakyat.
5.      Evaluasilah budaya politik yang berkembang di masyarakat

Tingkat kesadaran dan partisipasi budaya politik masyarakat sangat menentukan terhadap kemajuan budaya politik yang berkembang dalam sebuah negara. Tingkat budaya politik tersebut berkembang karena adanya perbedaan agama, suku, dan kebiasaan yang telah menjadi satu kesatuan.